GONAD BULU BABI AKAR SOLUSI MENGATASI STUNTING

Authors

  • Hariani Author
  • Teguh Faturrahman Author

Keywords:

solusi, stunting, akar, gonad bulu babi

Abstract

Stunting mengakibatkan kehilangan generasi akibat menurunnya kemampuan produktivitas kerja dan IQ. Hormon pertumbuhan berperan penting pada proses pertumbuhan, dalam kondisi kekurangan hormon pertumbuhan kronis yang memacu kejadian stunting. Indonesia prevalensi stunting pada anak balita masih tinggi. Riset Kesehatan Dasar RISKESDAS (2018) melaporkan angka stunting di Indonesia dalam katagori berat (>30%) yaitu 30,7%; diperlukan strategi efektif untuk mencapai target RPJM Kementerian Kesehatan 2015-2019 hingga 28%. Target pembangunan yang dicanangkan oleh Bapak Presiden untuk prevalensi stunting sampai tahun 2024 adalah 14%. Saat ini prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara diatas angka nasional (30,8%). Stunting meningkatnya risiko kesakitan, kematian serta kerugian ekonomi akibat rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia kedepannya, dan dapat dikatakan sebagai kondisi darurat kesehatan. Riset Bank Dunia menggambarkan kerugian ekonomi akibat stunting sebesar 3- 11% dari pendapatan domestik bruto (PDB), buruknya kesehatan masyarakat dan kerugian ekonomi, yang berdampak pada beban Negara berkaitan dengan angka penyakit tidak menular dan pengurangan IQ sebesar 5-11 poin (Bappenas, 2015). Ricardo dalam Bhutta (2013) melaporkan, balita stunting berkontribusi terhadap 1,5 juta (15%) kematian anak di dunia dan menyebabkan 55 juta kehilangan masa hidup sehat setiap tahun. Stunting terjadi sebagai akibat dari interaksi multi faktor, penyebab langsung tingginya prevalensi stunting adalah kurangnya asupan makan dan adanya penyakit infeksi. Dalam mengatasi stunting perlu suatu upaya yang berkelanjutan. Penanggulangan stunting yang dilakukan oleh pemerintah melalui pendekatan program sensitif dan spesifik, belum optimal dan sangat tergantung pada pendanaan pemerintah, program spesifik lebih nyata dibandingkan dengan program sensitif. Penanggulangan stunting yang telah berjalan berupa pemberian makanan tambahan (PMT) biskuit.

Published

2024-10-23

How to Cite