MASSAGE SEHAT SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN STUNTING

Authors

  • Sutarmi Poltekkes Kemenkes Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.15895998

Keywords:

massage sehat, stunting, keperawatan, perawat

Abstract

Stunting menjadi salah satu permasalahan kesehatan di dunia terutama pada anak di bawah lima tahun (balita). Stunting menurut World Health Organization (WHO) merupakan gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi, paparan infeksi berulang dan kurangnya stimulasi psikososial. Stunting ditunjukkan dengan ukuran panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan nilai z-score kurang dari -2 standar deviasi (SD).(De Onis & Branca, 2016)

Data menunjukkan pada tahun 2020 sebanyak 149,2 juta anak balita di dunia mengalami stunting, sejumlah 55 juta balita akan kehilangan kesehatannya dan 15% (22 juta) menyumbang kematian.[2] Asia Tenggara menjadi wilayah prevalensi stunting tertinggi kedua se-Asia setelah Asia Selatan yaitu sebesar 27,4% dan Indonesia menduduki peringkat yang sama dengan prevalensi tertinggi se-Asia Tenggara setelah Kamboja (Nina Behrman Design, 2020). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 30,8% (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2018) dan data terbaru hasil integrasi Survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) dan Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 24,4% Angka tersebut masih berada di atas persentase global (22%) dan jauh dari cut off point yang ditetapkan WHO yaitu 20% dan 21,8% di tingkat Asia. Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang memiliki angka balita stunting cukup tinggi, sesuai data Pantauan Status Gizi (PSG) sebesar 20,9% tahun 2021. (Kemenkes, 2022). Berdasarkan data tersebut pemerintah Jawa Tengah telah menentukan sebelas Kabupaten/Kota prioritas dalam penanggulangan dan pencegahan stunting, salah satunya adalah Kabupaten Blora. Prevalensi stunting di kabupaten Blora sebesar 21,5% dan jumlah balita yang mengalami stunting sebanyak 3.833 balita (Kemenkes, 2022).

Downloads

Published

2024-05-30

Issue

Section

Articles