PENERAPAN METODE COMBI TERHADAP FENOMENA STUNTING
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15896057Keywords:
metode, combi, fenomena, stunting, kebidanan, bidanAbstract
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, Jawa Timur merupakan salah satu dari 12 provinsi yang memiliki tingkat prevalensi tinggi stunting di tahun 2022. Untuk di Jawa Timur, terdapat empat kabupaten yang masuk dalam kategori merah diantaranya Bangkalan, Pamekasan, Lumajang dan Bondowoso."Kenapa Jawa Timur masuk dalam skala prioritas penanganan stunting ? Karena ada empat kabupaten yang masuk dalam kategori merah dengan tingkat prevalensi di atas 30 persen," ujarnya, Kamis (2/3/2022). Angka bayi stunting di Pamekasan tahun 2021 masih mencapai ribuan. Hal itu berdasarkan catatan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan untuk bayi stunting mencapai 5.457 jiwa. Kendati angka tersebut lebih kecil dari tahun sebelumnya, yakni 7.506 bayi stunting, namun untuk cakupan wilayah lebih besar tahun ini.Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Pamekasan Hidayat menyampaikan, untuk daerah stunting tahun 2021 ada 53 desa dan kelurahan, sedangkan untuk tahun 2020 ada 11 desa dan kelurahan.
COMBI yang merupakan singkatan dari Communication for Behavioral Impact, biasa dikenal dengan Komunikasi Perubahan Perilaku merupakan kegiatan mobilisasi sosial yang ditujukan untuk menggerakkan seluruh individu dan masyarakat yang berpengaruh pada individu dan keluarga dalam mendorong aksi individu dan keluarga tersebut (WHO, 2009). COMBI adalah kerangka kerja perencanaan dan implementasi metode untuk menggunakan komunikasi secara strategis untuk mencapai hasil perilaku sosial dan positif. Permasalahan yang akan diteliti tentang penerapan metode COMBI terhadap fenomena stunting. Tujuan Khusus Menurunkan angka kejadian stunting dengan metode COMBI di Pamekasan.
