FAKTOR PEMBERIAN NUTRISI PADA MASA GOLDEN AGE DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI INDONESIA DAN NEGARA BERKEMBANG

Authors

  • Meri Anggryni STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.15896128

Keywords:

nutrisi, golden age, stunting, balita, keperawatan, perawat

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan utama yang dapat menghambat masa depan bangsa. Terlihat dari standar World Health Organization (WHO), yakni 20% atau seperlima dari jumlah total balita. Berdasarkan prevalensi secara global, terdapat sebanyak 22,9% atau 154,8 juta anak balita dengan kasus tersebut dan menjadi 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di tahun 2017.

Kondisi demikian kebanyakan ditemukan di negara berkembang dari kedua benua, dimana dari 88 negara dengan kasus tertinggi, empat diantaranya merupakan negara berkembang, yakni India 48%, Pakistan 42%, Nigeria 41% dan Indonesia 37% (United Nations Children’s Fund [UNICEF], WHO, World Bank Group [WBG], 2018; Kemenkes, 2019; Riset kesehatan dasar [Riskesdas], 2013-2018).

Stunting yang terjadi pada balita dapat menghambat masa depan bangsa. Dalam janga jangka pendek, stunting dapat menyebabkan anak mengalami gangguan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh (Hossain et al., 2018; Kemenkes, 2018).

Downloads

Published

2024-05-30

Issue

Section

Articles