PERBEDAAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL DAN BAHASA PADA BALITA BERDASARKAN STATUS STUNTING

Authors

  • Indah Benita Tiwery Universitas Kristen Indonesia Maluku Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.15896176

Keywords:

perkembangan, sosial, personal, bahasa, balita, stunting, keperawatan, perawat

Abstract

score kurang dari negatif 2 (<-2) sampai dengan negatif 3 (-3) SD ]dikatakan stunting (pendek) dan nilai z-score kurang dari negatif 3(<-3SD) dikatakan severely stunting (sangat pendek) (Kemenkes RI, 2020). Secara global, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tujuan pembangunan yang dikenal dengan The Sustainable Development Goals (SDG’s) yang salah satu tujuannya yakni zero hunger atau nilai nol kemiskinan. Hal tersebut merupakan target internasional tahun 2030 untuk penurunan stunting dan wasting pada balita di seluruh dunia (United Nation Development Programme [UNDP], 2018). Hampir seperempat (25%) dari jumlah balita, yaitu 159 juta  di negara-negara berkembang mengalami stunting (WHO, 2018).

Di Indonesia, target penurunan angka stunting tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 (BAPPENAS, 2019). WHO menetapkan ambang batas maksimal stunting yaitu sebesar 20% atau seperlima dari jumlah total balita.  Indonesia menempati urutan ke lima dengan prevalensi stunting tertinggi di dunia setelah India, China, Nigeria dan Pakistan. Di Indonesia, sebanyak 38,6% atau sekitar 5 juta dari 12 juta balita (Izwardy, 2019a; Lestari et al., 2018). Prevalensi stunting balita dari 2007 sampai 2018 masih di atas ambang batas yang ditetapkan oleh WHO. Pada tahun 2007 mencapai 36,8%, tahun 2010 mencapai 35,6%, tahun 2013 mencapai 37,2 % dan tahun 2018 yaitu 30,8% (Kementerian Kesehatan RI, 2018).

Downloads

Published

2024-05-30

Issue

Section

Articles