MENGENAL FAKTOR KEJADIAN STUNTING
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15896283Keywords:
faktor, kejadian, stunting, keperawatan, perawatAbstract
yang ditandai dengan penurunan kecepatan pertumbuhan dan merupakan dampak dari ketidakseimbangan gizi. Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Stunting masih merupakan satu masalah gizi di Indonesia yang belum terselesaikan dan akan menyebabkan dampak jangka panjang yaitu terganggunya perkembangan fisik, mental, intelektual, serta kognitif (Umar, 2020). Buku ini disusun dalam rangka membantu tenaga kesehatan dan masyarakat memahami bagaimana stunting dan faktor apa saja yang menyebabkan stunting serta penanganannya.
Seorang anak yang mengalami stunting hingga usia 5 tahun akan sulit untuk diperbaiki sehingga akan berlanjut sampai dewasa dan dapat meningkatkan risiko keturunan dengan berat badan lahir yang rendah (Apriluana & Fikawati, 2018). Stunting pada anak bisa disebabkan oleh pola asuh yang tidak baik, kebersihan lingkungan yang buruk, dan asupan nutrisi yang buruk. Fenomena yang terjadi di wilayah pesisir pantai yang mana kaya akan ikan dan hasil laut lain yang mampu untuk mendukung pencegahan stunting pada balita jika benar-benar diberikan secara optimal, akan tetapi selama ini mayoritas hasil laut dijual ke luar daerah dengan alasan harga yang tinggi tanpa memperdulikan kesehatan dan status gizi balita yang tinggal di daerah setempat. Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan global dan nasional.
