Dampak Kecacingan terhadap Stunting pada Anak Pra Sekolah
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15896395Keywords:
kecacingan, cacingan, stunting, anak pra sekolah, anak, bidan, kebidananAbstract
Indonesia merupakan salah satu negara endemik soil transmitted helminths dengan jumlah anak usia 1-14 tahun terbanyak ketiga di dunia setelah india dan nigeria yaitu sekitar 7% di tahun 2012 dan diperkirakan lebih dari 1,5 miliar orang atau 24% dari populasi dunia terinfeksi cacing yang ditularkan melalui tanah (Kementerian Kesehatan, 2018). World Health Organization (WHO) memperkirakan lebih dari dua milyar orang dengan infeksi STH di dunia mengalami morbiditas berat, infeksi ini menyebabkan 9 000 sampai 135 000 kematian per tahun. Meskipun infeksi STH terjadi pada semua kelompok usia, WHO menyebutkan bahwa anak usia pra sekolah yaitu usia 1 sampai 4 tahun sebagai salah satu bagian populasi dengan risiko tinggi morbiditas infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) (World Health Organization,2012). Prevalensi infeksi kecacingan di Indonesia terutama pada penduduk dengan sosio-ekonomi rendah masih relatif tinggi, yaitu sebesar 45-65%. Kelompok ini mempunyai risiko tinggi terjangkit penyakit kecacingan karena kurang menjaga higiene dan sanitasi lingkungan tempat tinggalnya
