PENTINGNYA 1000 HPK SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF STUNTING

Authors

  • Bdn. Kentri Anggarina Gumanti, SST., M. Kes Universitas Brawijaya Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.15894130

Keywords:

Preventif, Stunting, Gizi

Abstract

Zat gizi merupakan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk tubuh dan berkembang mulai janin, anak, remaja dan dewasa. Zat gizi ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi atau kalori, sedangkan zat gizi mikro dibutuhkan dalam jumlah sedikit seperti vitamin dan mineral (Kemenkes, 2019) Masalah gizi masih menjadi momok baik di Indonesia maupun dunia. Di seluruh dunia 30% mengalami masalah gizi sedangkan 50% mengalami defisiensi zat gizi mikro. Di Indonesia, masalah gizi masih menjadi masalah yang belum tuntas, sekitar 30% balita mengalami postur pendek sampai sangat pendek. 10% balita mengalami gizi kurang dan buruk, dan 20% balita mengalami berat badan kurang dan sangat kurang. (Perkeni, 2021) Stunting merupakan kondisi pertumbuhan fisik anak terhambat sehingga anak menjadi lebih pendek dari tinggi badan yang normal seusianya. Kondisi stunting ini disebabkan oleh kekurangan gizi secara kronis atau dalam jangka waktu yang lama, bisa dimulai dari janin dan berlanjut sampai lahir (Maryuni, 2024) dan memiliki penyakit infeksi kronik/berulang dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat. Seorang anak dinyatakan stunting jika PB/U atau TB/U < -2SD menurut grafik Standar Pertumbuhan Anak WHO. Istilah stunting perlu dibedakan dengan stunted (perawakan pendek). Stunting berperawakan pendek, sehingga anak stunting sudah pasti stunted, tapi anak stunted berlum tentu stunting karena ada penyebab lain seperti variasi normal, gangguan hormon, hingga penyakit herediter (Irwinda, 2023)

Downloads

Published

2025-06-02

Issue

Section

Articles