Peran Teknologi Digital Dalam Program Pencegahan Stunting

Authors

  • Dr. Haripin Togap Sinaga, MCN Poltekkes Kemenkes Medan Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.15894224

Keywords:

Teknologi, Stunting, Pencegahan

Abstract

Stunting merupakan salah satu bentuk masalah gizi kronis yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di berbagai negara, terutama di kawasan berkembang. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usianya akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial yang memadai. Menurut definisi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2023), stunting terjadi ketika tinggi badan anak berada di bawah minus dua standar deviasi (-2 SD) dari median pertumbuhan anak berdasarkan standar WHO. Data global menunjukkan bahwa prevalensi stunting masih cukup tinggi. Pada tahun 2022, sekitar 148 juta atau 22% anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting (UNICEF, WHO, dan World Bank, 2023). Walaupun terdapat tren penurunan dari angka 33% pada tahun 2000, laju penurunan ini belum cukup untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs), yakni penurunan sebesar 40% pada tahun 2025. Di Indonesia, prevalensi stunting mencapai 21,6% berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023, mengalami penurunan dari 24,4% pada tahun 2021. Namun, pencapaian target nasional sebesar kurang dari 14% pada tahun 2024 masih memerlukan upaya yang intensif dan berkelanjutan (Kementerian Kesehatan RI, 2023).

Downloads

Published

2025-06-02

Issue

Section

Articles