Cegah Stunting pada Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15894612Keywords:
Stunting, Kehidupan, KronisAbstract
Stunting adalah masalah gizi kronis yang terjadi akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama, terutama pada masa pertumbuhan anak. Stunting berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak yang dapat berlanjut hingga dewasa, mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa kritis sekaligus periode emas dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada masa ini terjadi perkembangan otak sejak di dalam kandungan Dimana pada saat lahir memiliki volume sekitar 25% otak orang dewasa kemudian berkembang pesat hingga 70-80% ketika memasuki usia 2 tahun. Kondisi kekurangan gizi kronis pada masa 1000 HPK berkontribusi meningkatkan risiko stunting pada anak dan menurunnya system kekebalan tubuh sehingga rentan terkena penyakit dan ketika dewasa dapat mengakibatkan terjadinya penurunan produktivitas serta menimbulkan risiko terjadinya penyakit tidak menular (PTM). Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2024 adalah sebesar 19,8%. Angka ini masih menggambarkan Balita Indonesia mengalami kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama, ini berpotensi akan mengganggu pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif serta motoriknya dan akan mempengaruhi kesehatan dan produktivitasnya ketika dewasa. Prevalensi stunting telah mengalami penurunan sebesar 7,9% poin selama 5 tahun terakhir dari 27,7% pada tahun 2019 menjadi 19,8% pada tahun 2024 atau rata-rata penurunan per tahun adalah 1,86%. Jika ditarik dalam 10 tahun terakhir dari mulai tahun 2013, maka penurunan prevalensi stunting menurun sebesar 17,4% poin dari 37,2% pada tahun 2013 menjadi 19,8% pada tahun 2024.
