Remaja Bebas Anemia Demi Masa Depan yang Bebas Stunting.

Authors

  • Nurrahma Layuk., S.Tr.Keb.,M.Keb Poltekkes Kemenkes Ternate Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.15894936

Keywords:

Remaja, Anemia, Stunting

Abstract

Remaja merupakan masa perkembangan transisi antara masa kanak-kanan menuju masa dewasa yang mencakup perubahan biologi, kognitif dan sosioal emosional  dengan rentang usia 10- 18 tahun (Siregar, 2023). Pada kelompok usia ini, biasanya akan mengalami perubahan fisik, psikologis dan sosial yang siginifikan serta sangat dipengaruhi pola makan dan aktivitas fisik (Layuk & Saraha, 2024)(World Health Organization, 2021b). Saat memasuki tahap "identity versus identity confusion," remaja cenderung mengeksplorasi berbagai hal yang belum dikenal.  Kegagalan untuk berhasil menavigasi tahap ini dapat menyebabkan kebingungan identitas, berdampak pada perkembangan psikososial mereka (Powell, 2004). Proses ini dapat memunculkan berbagai tantangan yang perlu diatasi untuk membentuk identitas yang jelas dan meraih kesejahteraan hidup. Pada masa remaja terdapat beberapa faktor resiko yang dapat menimbulkan masalah kesehatan yakni konsumsi sayur dan buah yang kurang, tidak sarapan,  remaja putri yang telah menstruasi dan tidak mengkonsumsi tablet fe, merokok, masalah kesehatan reproduksi seperti melakukan hubungan seksual pranikah, kekerasan fisik, konsumsi minuman beralkohol dan masalah kesehatan mental (Wijayanti et al., 2023). Agar remaja tetap berjalan pada jalur yang semestinya, dibutuhkan pengawasan dan bimbingan orang dewasa dalam hal ini memberikan informasi akurat terkait perubahan fisik dan psikologi yang terjadi pada remaja, informasi terkait kesehatan reproduksi serta koping diri agar terhindar dari pergaulan negatif.

Downloads

Published

2025-06-02

Issue

Section

Articles