Peran Bidan dalam Pencegahan Stunting pada Remaja

Authors

  • Ayesha Hendriana Ngestiningrum, SST, M.Keb Poltekkes Kemenkes Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.15895069

Keywords:

Pencegahan, Stunting, Remaja

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat malnutrisi kronis, ditandai dengan skor z tinggi-untuk-usia di bawah -2 standar deviasi (WHO, 2014). Di Indonesia, prevalensi stunting pada anak di bawah lima tahun dilaporkan sebesar 21,6% pada tahun 2022, turun dari 24,4% pada tahun 2020, namun masih di atas target Organisasi Kesehatan Dunia di bawah 20% (Kementerian Kesehatan RI, 2023). Stunting memiliki konsekuensi jangka panjang, termasuk penurunan perkembangan kognitif, pencapaian pendidikan yang lebih rendah, dan produktivitas ekonomi yang menurun (Yadika et al., 2019). Remaja, terutama perempuan, memiliki peran kunci dalam kerangka pencegahan stunting karena status gizi mereka sebelum dan selama kehamilan memengaruhi pertumbuhan janin dan kesehatan anak (Eva Lestari et al., 2023). Bidan di Indonesia adalah penyedia layanan kesehatan primer, terutama di daerah pedesaan dan terpencil, memberikan layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk perawatan antenatal, persalinan, dan postnatal (Wulandari & Kusumastuti, 2020). Peran mereka meluas ke remaja melalui program kesehatan masyarakat, intervensi berbasis sekolah, dan konseling kesehatan reproduksi. Masa remaja adalah periode penting untuk mengatasi kekurangan gizi dan membentuk perilaku sehat yang dapat mencegah stunting pada keturunan di masa depan. Intervensi yang menargetkan remaja dapat memutus siklus malnutrisi antargenerasi, karena gizi ibu yang buruk selama remaja meningkatkan risiko bayi dengan berat lahir rendah dan stunting pada anak (Mediani, 2020).

Downloads

Published

2025-06-02

Issue

Section

Articles