Konsep Dasar Epidemiologi Pada Stunting (Insidensi, Prevalensi, Faktor Risiko Stunting)

Authors

  • Syamdarniati, SKM., M. Kes Institut Kesehatan Yarsi Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.15895124

Keywords:

Epidemilogi, Faktor resiko, Stunting

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Berdasarkan definisi dari World Health Organization (WHO), stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan—mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, tingkat kecerdasan, produktivitas di masa depan, serta peningkatan risiko penyakit tidak menular di usia dewasa Menurut laporan UNICEF dan WHO (2023), sekitar 148 juta anak balita di dunia mengalami stunting, dengan angka tertinggi berada di Asia Selatan dan Sub-Sahara Afrika. Di Indonesia sendiri, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 30,8%, meskipun kemudian mengalami penurunan menjadi 21,6% pada tahun 2022 menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Namun, angka ini masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan WHO, yaitu <20%. Penelitian juga menunjukkan bahwa penyebab stunting sangat kompleks dan multisektoral. Faktor-faktor yang berkontribusi antara lain: 1.    Gizi buruk selama kehamilan dan masa awal kehidupan anak – Kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi, zinc, dan vitamin A sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan yang terhambat 2.    Pola asuh yang kurang optimal – Termasuk pemberian ASI eksklusif yang tidak adekuat, serta pengenalan makanan pendamping ASI yang tidak memenuhi kebutuhan gizi anak 3.    Sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk – Infeksi berulang akibat lingkungan yang tidak sehat dapat menghambat penyerapan nutrisi 4.    Status sosial-ekonomi keluarga – Kemiskinan dan rendahnya pendidikan ibu terbukti signifikan meningkatkan risiko stunting

Downloads

Published

2025-06-02

Issue

Section

Articles