Kesiapterapan Interprofesional Collaboration (IPC) dan Interprofesional Education (IPE) pada Pendidikan Tinggi Kesehatan
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15893247Keywords:
IPC, IPE, pendidikan tinggi kesehatanAbstract
Tantangan dalam dunia kesehatan saat ini semakin kompleks, pengguna jasa kesehatan menuntut pendekatan yang kolaboratif dan terpadu. Meningkatnya kesadaran akan pentingnya kualitas layanan kesehatan telah mendorong perubahan paradigma dari model perawatan yang berpusat pada individu menjadi pendekatan yang berorientasi pada tim. Kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang berkualitas semakin meningkat seiring dengan peningkatan persaingan global, Interprofesional Collaboration (IPC) dan Interprofesional Education (IPE) muncul sebagai konsep kunci untuk mempersiapkantenaga kesehatan yang kompetitif di masa mendatang (Lestari et al, 2020; LevettJones, 2017; Reeves, 2016). Penerapan Interprofesional Collaboration (IPC) yang berbasis Interprofesional Education (IPE) di Institusi Pendidikan Keperawatan Indonesia memiliki kepentingan besar dalam menghadapi tantangan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Tantangan kritis dalam kesehatan masyarakat Indonesia, terutama kekurangan tenaga kesehatan terus muncul seiring dengan pertumbuhan populasi dan kompleksitas kondisi kesehatan. Kesadaran masyarakat yang terus meningkat mengenai kesehatan serta permintaan akan pelayanan kesehatan yang berkualitas menjadi dasar penting untuk pengembangan metode pendidikan yang efektif (Girard, 2021; The Institute of Medicine, 2015).
