Pendekatan Personal Setting Target pada Progressive Early Mobilization untuk Optimalisasi Kemandirian Fisik Pasien dengan Gagal Jantung
DOI:
https://doi.org/10.5281/n9sx5017Keywords:
Fisik Pasien, ProgressiveAbstract
Rehabilitasi pasien dengan gagal jantung menghadirkan berbagai tantangan yang
kompleks, yang mencakup aspek fisiologis, psikososial, dan sistem pelayanan kesehatan.
Setiap tantangan tersebut perlu dipahami secara menyeluruh untuk kemudian dapat
disusun strategi intervensi yang efektif dan berkelanjutan.
Pertama, dari sisi kondisi klinis pasien gagal jantung, terdapat keterbatasan kapasitas
fungsional yang signifikan, termasuk intoleransi terhadap aktivitas fisik, kelelahan, dan
disfungsi otot rangka. Sebagai contoh, pada pasien dengan fraksi ejeksi terpelihara
(HFpEF), intoleransi aktivitas sangat umum dan berasal dari kombinasi faktor kardiak dan
periferal seperti disfungsi otot rangka dan gangguan oksigenasi jaringan (Mirzai et al., 2025).
Hal ini menjadikan pelaksanaan program mobilisasi atau latihan fisik sebagai bagian dari
rehabilitasi menjadi sulit, karena pasien sering mengalami keterbatasan dasar yang
mempengaruhi pelibatan aktif dalam program rehabilitasi.
