PENINGKATAN BREASTFEEDING SELF - EFFICACY MELALUI BOOKLET TERKINI ASI EKSKLUSIF

Authors

  • Suryani Hartati Prodi Keperawatan, Institut Kesehatan Hermina Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.15899084

Keywords:

breastfeeding, self efficacy, booklet, asi ekslusif

Abstract

Berdasarkan data dari Maternal Perinatal Death Notification (MPDN),(Kementerian Kesehatan 2023). Kematian bayi pada 2022 sebanyak 20.882 dan pada tahun 2023 tercatat 29.945, hal ini disebabkan oleh bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan berat badan di bawah 2.500 gram. Angka Kematian Bayi (AKB) tinggi di Indonesia antara lain faktor kesehatan anak, faktor lingkungan dan faktor nutrisi (Menkokesra, 2012). Faktor nutrisi ini dapat diatasi salah satunya dengan pemberian ASI. Untuk itu pemerintah berupaya menekankan angka kematian bayi dan balita dengan perbaikan gizi masyarakat melalui program pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif (Menkokesra, 2012). Pemberian ASI secara eksklusif dari lahir sampai 6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun yang sesuai anjuran World Health Organization (WHO) diketahui dapat menurunkan kejadian kekurangan gizi pada bayi dan balita (UNICEF, 2002). Seribu hari pertama kehidupan kelahiran seorang bayi adalah masa penting, dimana masa ini merupakan periode emas anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Berdasarkan data Susesanas, BPS 2023 , cakupan nasional di Indonesia pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan berjumlah 73,9 % tahun 2021-2023. Berdasarkan telaah Enttwistle, Kendall, &Mead (2010) terhadap beberapa hasil penelitian bahwa ASI tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan bayi, tetapi juga bagi ibu dan Negara. Manfaat bagi ibu yakni membantu menurunkan berat badan, membantu uterus kembali keukuran normal lebih cepat dan mencegah perdarahan, mencegah kanker payudara dan kanker ovarium, serta merupakan metode kontrasepsi yang alami. Manfaat bagi negara yakni untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, penghematan devisa untuk pembelian susu formula, serta menghemat subsidi untuk anak sakit dan obat – obatan (Depkes RI, 2001). Assosiasi Ibu menyusui Indonesia (AIMI) tahun 2007 melalui beragam kegiatan inovatif dan inspiratif yang membawa perubahan paradigma keluarga muda Indonesia bahwa menyusui  adalah hak setiap ibu, menyusui memenuhi kebutuhan gizi terbaik untuk bayi. Peraturan pemerintah RI No 33 tahun 2012 tentang pemberian ASI Eksklusif 

Downloads

Published

2024-09-10

Issue

Section

Articles

How to Cite

PENINGKATAN BREASTFEEDING SELF - EFFICACY MELALUI BOOKLET TERKINI ASI EKSKLUSIF. (2024). Bookchapter Maternitas, 1(1). https://doi.org/10.5281/zenodo.15899084