HUBUNGAN PERSALINAN PREMATUR DENGAN KEJADIAN ASFIKSI NEONATORUM

Authors

  • Bety Mayasari, S. ST., M. KES Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.15899469

Keywords:

persalinan, prematur, asfiksi, neonatorum

Abstract

Salah satu faktor penyebab asfiksi pada neonatus yang mengakibatkan gangguan bahkan kegagalan nafas adalah persalinan preterm, karena paru – paru dan organ vital neonatus belum matur sehingga belum berfungsi secara baik. Penyusunan buku ini dapat membantu pembaca menggali informasi lebih jauh mengenai topik yang selalu menjadi headline salah satu penyebab penyumbang tingginya AKI dan AKB di wilayah Indonesia maupun internasional. Tujuan lain ntuk menghindari plagiarisme karena berasal atau bersumber dari hasil karya penelitian dan pada saat penulis lain mengutip tulisan atau informasi tersebut sebagai acuan maka harus disertakan sebagai sumber rujukan sehingga terhindar dari plagiat. Buku referensi ini juga bisa digunakan sebagai sumber informasi yang bisa dalam bentuk jurnal, prosiding, penelitian dan lainnya yang membahas tentang persalinan prematur dan asfiksia neonatorum yang merupakan hak kekayaan intelektual penulis. Hal tersebut merupakan bantuk pengahargaan karena ada waktu, pikiran, dan tenaga yang dipakai untuk menghasilkan karya tersebut. Maka dari itu, sudah selayaknya penulis yang mengutip hasil karya orang lain menyertakannya sebagai sumber rujukan. Persalinan prematur atau persalinan kurang bulan atau preterm merupakan persalinan yang terjadi pada usia kehamilan mulai 20 minggu hingga sebelum usia kehamilan UK ≤ 36 minggu (American College of Obstetrians and Gynecologist, 2016). Sedangkan persalinan yang diharapkan adalah persalinan aterm yang terjadi pada usia kehamilan 37 atau lebih, dan tidak melewati 42 minggu.

Downloads

Published

2024-09-10

Issue

Section

Articles

How to Cite

HUBUNGAN PERSALINAN PREMATUR DENGAN KEJADIAN ASFIKSI NEONATORUM. (2024). Bookchapter Maternitas, 1(1). https://doi.org/10.5281/zenodo.15899469