Perawatan Masa Nifas Berbasis Keluarga dan Komunitas
DOI:
https://doi.org/10.5281/25s2k871Keywords:
Masa Nifas, Dukungan Keluarga, Perawatan Postpartum Berbasis KeluargaAbstract
Masa nifas perlu dipahami sebagai fase transisi kesehatan yang dimulai segera setelah bayi lahir dan berlangsung sampai 42 hari setelah persalinan, sehingga perhatian terhadap ibu dan bayi tidak boleh berhenti ketika keduanya pulang dari fasilitas pelayanan kesehatan (World Health Organization [WHO], 2022; McCauley et al., 2022). Dalam fase ini, ibu mengalami pemulihan fisik, penyesuaian laktasi, perubahan emosi, perubahan peran sosial, serta kebutuhan pengambilan keputusan kesehatan yang sering terjadi di rumah, bukan di ruang praktik tenaga kesehatan (McCauley et al., 2022). Karena sebagian besar waktu nifas berlangsung di lingkungan keluarga, kualitas perawatan sangat dipengaruhi oleh kesiapan orang terdekat dalam mengenali kebutuhan ibu, menjaga bayi, membantu pekerjaan domestik, dan menghubungkan keluarga dengan layanan kesehatan bila muncul tanda bahaya. Dengan demikian, perawatan masa nifas berbasis keluarga bukan sekadar anjuran moral, melainkan strategi untuk memastikan keberlanjutan asuhan dari fasilitas kesehatan menuju rumah.
Pendekatan berbasis keluarga menempatkan suami, orang tua, mertua, saudara, dan anggota rumah tangga lain sebagai bagian dari sistem dukungan yang terarah. Dukungan tersebut dapat berupa dukungan emosional melalui pendengaran aktif dan penguatan psikologis, dukungan instrumental melalui pembagian kerja rumah, dukungan informasional melalui pengingat jadwal kontrol, serta dukungan penilaian melalui bantuan dalam memutuskan kapan harus mencari pertolongan profesional. Tinjauan sistematis tentang intervensi dukungan sosial pada ibu postpartum menunjukkan bahwa konseling yang melibatkan laki-laki, kunjungan rumah, dukungan berbasis internet, dan pendekatan keperawatan lanjutan dapat meningkatkan dukungan sosial ibu pada periode postpartum (Sharifipour et al., 2022). Temuan ini mempertegas bahwa keluarga yang diberi arahan tidak hanya membantu ibu beristirahat, tetapi juga menjadi penghubung awal antara keluhan di rumah dan tindakan kesehatan yang tepat.
