Persalinan Sectio Caesarea: Indikasi, Edukasi, dan Pemulihan Ibu
DOI:
https://doi.org/10.5281/9vg6g156Keywords:
Sectio Caesarea, Indikasi Medis, Keselamatan Ibu dan Bayi.Abstract
Sectio Caesarea (SC) atau persalinan sesar merupakan metode persalinan melalui tindakan pembedahan dengan melahirkan bayi melalui insisi pada dinding abdomen dan uterus ibu. Dengan demikian, Sectio Caesarea berbeda dari persalinan pervaginam karena proses kelahiran dilakukan melalui akses pembedahan terhadap rahim. Valeii menjelaskan bahwa C-section merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan dengan membuat sayatan pada abdomen dan uterus untuk melahirkan bayi. Tindakan tersebut dapat dilakukan secara terencana maupun dalam keadaan emergensi, terutama ketika persalinan pervaginam berisiko terhadap ibu atau bayi, terjadi komplikasi kehamilan, atau persalinan tidak mengalami kemajuan (Kathi Valeii, 2026). National Institute for Health and Care Excellence(NICE) juga mendeskripsikan caesarean birth sebagai persalinan ketika bayi dilahirkan melalui sayatan bedah pada abdomen dan rahim; tindakan dapat direncanakan sebelumnya ataupun dilakukan segera karena adanya komplikasi selama kehamilan atau persalinan (NICE, 2024).
Dalam praktik obstetri modern, Sectio Caesarea merupakan tindakan bedah mayor yang penggunaannya harus didasarkan pada penilaian klinis terhadap kondisi ibu dan janin. World Health Organization (WHO) menempatkan Sectio Caesarea sebagai intervensi yang dapat menjadi tindakan penyelamatan jiwa ketika persalinan pervaginam menimbulkan risiko bagi ibu atau bayi, tetapi tindakan tersebut juga dapat menimbulkan risiko jangka pendek maupun jangka panjang sehingga penggunaannya tanpa indikasi medis perlu dihindari (WHO, 2021). NICE membedakan tingkat urgensi persalinan sesar berdasarkan kondisi maternal dan fetal, mulai dari ancaman langsung terhadap kehidupan ibu atau janin sampai tindakan yang waktunya dapat direncanakan (NICE, 2024).
