Preeklampsia dan Eklamsia: Tantangan Pelayanan Kehamilan Berisiko Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.5281/wwcrxq71Keywords:
Preeklampsia, Eklamsia, Kematian IbuAbstract
Preeklampsia dan eklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di seluruh dunia. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa setiap tahun sekitar 300.000 perempuan meninggal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan, dan sekitar 10–15% di antaranya disebabkan oleh preeklampsia serta eklamsia (WHO, 2023). Angka ini menempatkan preeklampsia sebagai salah satu ancaman kesehatan ibu yang paling signifikan secara global, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, masih menghadapi tantangan serius dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI). Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) serta data Kementerian Kesehatan RI, preeklampsia dan eklamsia secara konsisten menempati posisi kedua hingga ketiga sebagai penyebab kematian ibu, setelah perdarahan postpartum (Kemenkes RI, 2022). Kondisi ini diperburuk oleh berbagai faktor struktural, mulai dari keterbatasan akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil, keterlambatan penanganan medis, hingga lemahnya sistem rujukan antara fasilitas layanan primer dan sekunder.
