Diabetes Melitus Gestasional dan Pola Hidup Sehat pada Ibu Hamil
DOI:
https://doi.org/10.5281/tnk00r54Keywords:
Diabetes Melitus Gestasional, Resistensi Insulin, Hiperglikemia pada KehamilanAbstract
Diabetes Melitus Gestasional (DMG) merupakan gangguan metabolisme glukosa yang pertama kali dikenali pada masa kehamilan, baik berupa intoleransi glukosa ringan maupun hiperglikemia yang memenuhi kriteria diabetes, tetapi belum jelas apakah kondisi tersebut telah ada sebelum kehamilan. Saat ini, organisasi internasional lebih menekankan bahwa DMG adalah hiperglikemia yang terdiagnosis pada trimester kedua atau ketiga kehamilan yang tidak memenuhi kriteria diabetes melitus overt sebelum kehamilan. Kondisi ini terjadi akibat ketidakmampuan sel β pankreas meningkatkan sekresi insulin untuk mengimbangi peningkatan resistensi insulin fisiologis selama kehamilan. Akibatnya, kadar glukosa darah ibu meningkat dan dapat berdampak terhadap kesehatan ibu maupun janin apabila tidak dideteksi dan ditangani secara tepat (American Diabetes Association [ADA], 2026; International Diabetes Federation [IDF], 2025).
Kehamilan secara fisiologis menyebabkan perubahan metabolisme yang bertujuan menjamin ketersediaan glukosa bagi pertumbuhan janin. Pada trimester kedua dan ketiga, plasenta menghasilkan berbagai hormon seperti human placental lactogen (hPL), progesteron, estrogen, kortisol, dan placental growth hormone yang bersifat diabetogenik. Hormon-hormon tersebut meningkatkan resistensi insulin sehingga penggunaan glukosa oleh jaringan ibu menurun dan lebih banyak glukosa tersedia untuk janin. Pada wanita dengan fungsi pankreas yang normal, peningkatan resistensi insulin diimbangi oleh peningkatan sekresi insulin. Namun, pada wanita dengan cadangan fungsi sel β yang terbatas, mekanisme kompensasi tersebut tidak mencukupi sehingga terjadi hiperglikemia yang menjadi dasar terjadinya DMG (Metzger et al., 2024; American College of Obstetricians and Gynecologists [ACOG], 2024).
