Anemia pada Ibu Hamil dan Strategi Pencegahannya
DOI:
https://doi.org/10.5281/e94qgv34Keywords:
Anemia pada Ibu Hamil, Defisiensi Zat Besi, HemoglobinAbstract
Anemia pada ibu hamil merupakan kondisi ketika kapasitas darah untuk membawa oksigen menurun, yang dalam praktik pelayanan antenatal umumnya ditandai kadar hemoglobin (Hb) kurang dari 11 g/dL. Kondisi ini penting diperhatikan karena kebutuhan zat besi dan asam folat meningkat selama kehamilan untuk mendukung pertumbuhan janin, plasenta, serta peningkatan volume darah ibu. World Health Organization (WHO) memperkirakan lebih dari 40% ibu hamil di dunia mengalami anemia dan sedikitnya separuh beban tersebut berkaitan dengan defisiensi zat besi (WHO, 2024).
Kehamilan menyebabkan peningkatan volume plasma yang lebih besar dibandingkan peningkatan massa eritrosit. Perubahan ini dapat menimbulkan hemodilusi fisiologis, terutama pada trimester kedua. Namun, apabila cadangan zat besi ibu tidak memadai atau terdapat penyebab lain, penurunan Hb dapat berkembang menjadi anemia yang berdampak pada kesehatan ibu dan janin.
