Gizi Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan
DOI:
https://doi.org/10.5281/bxnwfp69Keywords:
Stunting, Status Gizi Anak, Pencegahan StuntingAbstract
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linear pada anak yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut umur berada lebih dari dua simpangan baku di bawah median Standar Pertumbuhan Anak Organisasi Kesehatan Dunia. Kondisi ini bukan sekadar persoalan anak bertubuh pendek, melainkan penanda adanya hambatan pertumbuhan dan perkembangan yang berkaitan dengan asupan gizi tidak memadai, infeksi berulang, kualitas pengasuhan, pelayanan kesehatan, serta kondisi sosial dan lingkungan. Dampaknya dapat menjangkau kemampuan belajar, produktivitas, kesehatan metabolik, dan kualitas hidup pada masa dewasa (World Health Organization, 2025a).
Di Indonesia, Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024 mencatat prevalensi stunting nasional sebesar 19,8 persen, turun dari 21,5 persen pada tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan kemajuan, tetapi angka tersebut tetap berarti bahwa masalah stunting masih dialami oleh banyak keluarga dan tidak tersebar merata antarwilayah maupun kelompok sosial ekonomi. Karena itu, pencegahan harus dimulai sebelum anak lahir dan tidak hanya mengandalkan intervensi setelah gangguan pertumbuhan terlihat (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2025a).
