Kehamilan Remaja dan Dampaknya terhadap Kesehatan Ibu serta Bayi

Authors

  • Pearly Otis Putri Oktaviani, S.ST., M.Kes., Bd. STIKes Cirebon Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/tshvga20

Keywords:

Kehamilan Remaja, Kesehatan Reproduksi Remaja, Risiko Maternal dan Neonatal.

Abstract

Kehamilan remaja adalah kehamilan yang terjadi pada perempuan berusia 10–19 tahun. Rentang usia tersebut tidak homogen: remaja awal berusia 10–14 tahun memiliki kematangan fisik, psikologis, dan sosial yang berbeda dari remaja akhir berusia 15–19 tahun. Perbedaan ini penting karena risiko cenderung semakin besar pada usia yang lebih muda. Kehamilan pada masa remaja berlangsung ketika pertumbuhan tubuh, pembentukan identitas, pendidikan, dan transisi menuju kemandirian belum selesai. Karena itu, kehamilan remaja perlu dipahami sebagai persoalan kesehatan sekaligus persoalan hak anak, pendidikan, kesetaraan gender, dan pembangunan manusia (World Health Organization [WHO], 2024, 2025a).
Secara global, angka kelahiran remaja memang menurun, tetapi penurunannya tidak merata. WHO memperkirakan angka kelahiran pada perempuan usia 15–19 tahun turun dari 64,5 per 1.000 pada tahun 2000 menjadi 41,3 per 1.000 pada tahun 2023. Pada tahun yang sama, angka kelahiran usia 10–14 tahun diperkirakan 1,5 per 1.000. Angka global tersebut menutupi kesenjangan besar menurut wilayah, tingkat pendapatan, pendidikan, dan tempat tinggal. UNICEF juga melaporkan bahwa sekitar 13% perempuan muda di dunia telah melahirkan sebelum usia 18 tahun pada 2023. Dengan demikian, penurunan tren belum berarti beban masalah telah selesai, terutama pada kelompok yang paling miskin dan paling terpinggirkan (United Nations Children’s Fund [UNICEF], 2024; WHO, 2024).

Downloads

Published

2026-08-05

Issue

Section

Articles

How to Cite

Kehamilan Remaja dan Dampaknya terhadap Kesehatan Ibu serta Bayi. (2026). Bookchapter Maternitas, 3(1). https://doi.org/10.5281/tshvga20