Kehamilan pada Usia Risiko Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.5281/r0n4a544Keywords:
Kehamilan Risiko Tinggi, Usia Maternal, Komplikasi Kehamilan.Abstract
Kehamilan merupakan proses fisiologis yang menyebabkan berbagai adaptasi sistem tubuh ibu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Meskipun sebagian besar kehamilan berlangsung normal, sebagian ibu memiliki kondisi tertentu yang meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi maternal maupun neonatal. Kehamilan risiko tinggi (high-risk pregnancy) didefinisikan sebagai kehamilan yang memiliki kemungkinan lebih besar mengalami morbiditas atau mortalitas pada ibu, janin, atau keduanya dibandingkan dengan kehamilan normal. Dalam konteks keperawatan maternitas, kondisi ini membutuhkan pengkajian komprehensif, pemantauan berkelanjutan, edukasi kesehatan, serta intervensi keperawatan yang tepat untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan luaran kehamilan (AWHONN, 2023; Lowdermilk et al., 2023).
Usia maternal merupakan salah satu faktor biologis yang berperan penting dalam menentukan tingkat risiko kehamilan. Kehamilan pada usia terlalu muda (<20 tahun) maupun usia lanjut (>35 tahun) dikategorikan sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian khusus karena berkaitan dengan perubahan fisiologis, kesiapan reproduksi, kondisi psikososial, serta peningkatan kemungkinan komplikasi. Pada usia lanjut maternal, perubahan fungsi reproduksi, peningkatan penyakit kronis, serta perubahan vaskular dapat meningkatkan risiko hipertensi kehamilan, diabetes gestasional, persalinan prematur, gangguan pertumbuhan janin, dan komplikasi persalinan (Hochler et al., 2023).
