Kesehatan Mental Ibu Hamil dan Kekerasan Berbasis Gender
DOI:
https://doi.org/10.5281/axezar61Abstract
Kehamilan merupakan periode rentan yang memengaruhi kesehatan mental ibu, di mana stres, kecemasan, dan depresi sering dialami akibat perubahan hormonal, fisik, dan sosial. Kekerasan berbasis gender, khususnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), memperburuk kondisi ini dengan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti prematur dan berat lahir rendah. Di Indonesia, isu ini relevan bagi mahasiswa keperawatan untuk memahami intervensi dini dalam pelayanan antenatal care (Angrella,N & Ariane,I, 2025). Prevalensi gangguan kesehatan mental pada ibu hamil di Indonesia mencapai 12,6-24%, dengan gejala umum seperti mudah lelah dan stres psikososial pada 36-43% kasus sepanjang trimester. Kekerasan terhadap perempuan meningkat menjadi 4.472 kasus pada 2025 dari 4.178 pada 2024, termasuk bentuk fisik, emosional, dan seksual pada ibu hamil.
