Pendidikan Kesehatan Ibu Hamil dan Perubahan Fisiologis Kehamilan
DOI:
https://doi.org/10.5281/rs02k069Abstract
Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan menjelaskan bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan prioritas dalam pembangunan kesehatan. Kesehatan selama kehamilan tentu saja menjadi perhatian pemerintah dalam kaitannya menghasilkan generasi bangsa yang berkualitas di masa depan, melalui pilar yang pertama tentang pembangunan SDM dan penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, salah satunya memperhatikan permasalahan kesehatan ibu hamil (Kemenkes, 2021). Kehamilan merupakan salah satu peristiwa yang alami, kodrati dan penting dalam kehidupan perempuan. Ibu hamil harus mengakses fasilitas pelayanan kesehatan dengan melakukan kunjungan untuk memeriksakan kesehatannya (antenatal care /ANC). Kunjungan ANC minimal 6 (enam) kali, yaitu 2 kali kunjungan pada trimester 1, satu kali kunjungan pada trimester 2 dan 3 kali kunjungan pada trimester 3 (Siti Tyastuti, 2016). WHO merekomendasikan pelayanan ANC yang terdiri dari komponen-komponen meliputi: identifikasi risiko; pencegahan dan pengelolaan penyakit terkait kehamilan atau bersamaan; pendidikan kesehatan dan promosi Kesehatan (Adolescent pregnancy, 2024).
