Asuhan Keperawatan Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik
DOI:
https://doi.org/10.5281/mhhw5470Keywords:
PPOK, Keterbatasan Aliran Udara;, Asuhan KeperawatanAbstract
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang terus menunjukkan peningkatan prevalensi dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas di berbagai negara. PPOK ditandai oleh keterbatasan aliran udara yang bersifat progresif dan tidak sepenuhnya reversibel, yang umumnya berkaitan dengan respons inflamasi kronik terhadap paparan partikel atau gas berbahaya, terutama rokok (GOLD, 2024). Di Indonesia, beban PPOK semakin meningkat seiring tingginya angka perokok, paparan polusi udara, serta kurang optimalnya deteksi dini dan manajemen penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi terkini menunjukkan bahwa PPOK tidak hanya berdampak pada fungsi respirasi, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup pasien secara signifikan, termasuk keterbatasan aktivitas fisik, gangguan psikososial, serta peningkatan angka rawat inap berulang (Fischer et al., 2022). Dalam praktik keperawatan, pasien PPOK seringkali membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Namun demikian, implementasi asuhan keperawatan pada pasien PPOK masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya standar praktik berbasis bukti, keterbatasan sumber daya, serta variasi kompetensi perawat dalam memberikan intervensi yang tepat.
