Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gagal Jantung Kongestif

Authors

  • Ns. Haryati, M.Kep, Sp. Kep. MB Universitas Halu Oleo Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/hemas888

Keywords:

Gagal Jantung, Prevalensi, Penyakit Jantung

Abstract

Gagal jantung merupakan kondisi kronis yang umum terjadi dan telah menjadi masalah kesehatan global yang memengaruhi 56,19 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2019. Jumlah tersebut meningkat menjadi 64,3 juta kasus pada tahun 2022 dengan tren yang terus meningkat terutama di negara-negara berpenghasilan rendah (Feng et al., 2024; Savarese et al., 2022). American Heart Association memperkirakan prevalensi gagal jantung di Amerika mencapai 6 juta penduduk dewasa hingga tahun 2020 dan diperkirakan memengaruhi lebih dari 8 juta orang berusia ≥18 tahun di tahun 2030 (Martin et al., 2024). Di Asia, prevalensi gagal jantung tertinggi dilaporkan di Asia Selatan berkisar antara 1,3% dan 6,7%, sedangkan di Indonesia mencapai 5% (Savarese et al., 2022). Prevalensi gagal jantung di Indonesia juga terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 melaporkan prevalensi gagal jantung berdasarkan diagnosis dokter mencapai 0,13%, dengan prevalensi tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 0,8%. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5%, dengan prevalensi tertinggi di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 2,2% (Kemenkes-RI, 2019).

Downloads

Published

2026-05-13

Issue

Section

Articles