Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Pneumonia
DOI:
https://doi.org/10.5281/gnc1w815Keywords:
Pneumonia, Infeksi Saluran Pernapasan Bawah, LansiaAbstract
ndisi tropis Indonesia memudahkan perkembangbiakan mikroorganisme patogen dan non patogen. Iklim seperti ini menyebabkan banyak penyakit infeksi, terutama pada sistem pernapasan bagian bawah, seperti pneumonia. Infeksi akut yang mengenai alveoli paru-paru dikenal sebagai pneumonia. Bakteri, virus, dan jamur dapat menyebabkan infeksi. Selain itu, kecelakaan dapat menyebabkan pneumonia karena menghirup cairan atau bahan kimia (Hasaini et al., 2024). Mereka yang berusia lebih dari 65 tahun rentan terhadap pneumonia. Hal ini disebabkan oleh perubahan anatomi fisiologis yang disebabkan oleh penuaan, yang berdampak pada cadangan fungsional paru-paru, kemampuan untuk mengatasi penurunan komplians paru-paru, peningkatan resistensi saluran napas terhadap infeksi, dan penurunan daya tahan tubuh (Yuliza et al., 2022). Di tahun 2020, World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa pneumonia menempati urutan keempat penyebab kematian tertinggi di dunia dengan 2.6 juta kematian—sekitar 460.000 lebih sedikit dari tahun 2000. Pneumonia adalah penyakit yang menyebabkan rawat inap terbanyak di Amerika Serikat. Lebih dari 47.000 orang meninggal akibat pneumonia, menurut data CDC. Sekitar 1 juta orang mendapat pneumonia setiap tahun, menyebabkan 50.000 kematian (Kemenkes RI, 2023). Insidensi pneumonia meningkat seiring bertambahnya usia, dengan tingkat 2,14% pada usia 54-64 tahun, 3,62% pada usia 65-74 tahun, dan 4,13 pada usia lebih dari 75 tahun.% Menurut jenis kelamin, laki-laki lebih sering menderita pneumonia sebesar 2,36%, diikuti oleh perempuan sebesar 1,57% (Kemenkes RI, 2023)
