Asuhan Keperawatan Miokardium

Authors

  • Prima Trisna Aji, Universitas Muhammadiyah Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/hqw6w645

Keywords:

Miokardium, Kardiovaskuler, Hipertensi

Abstract

Gangguan miokardium merupakan kelompok kondisi kardiovaskuler yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard, gangguan aliran darah koroner, inflamasi, hingga destruksi sel otot jantung. Kondisi ini mencakup spektrum kelainan mulai dari iskemia miokard, angina tidak stabil, infark miokard akut, disfungsi ventrikel kiri, hingga gagal jantung yang progresif. Secara global, penyakit jantung iskemik masih menjadi penyebab kematian nomor satu dengan angka kematian mencapai lebih dari 9 juta kasus per tahun (Global Burden of Disease, 2023). Di Indonesia, prevalensi gangguan kardiovaskuler terus meningkat seiring meningkatnya faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dislipidemia, obesitas, serta gaya hidup sedentari. (The & Killer, 2023)

Secara patofisiologis, gangguan miokardium dimulai ketika perfusi koroner menurun akibat aterosklerosis, spasme koroner, trombus, atau obstruksi aliran darah. Penurunan suplai oksigen menyebabkan metabolisme anaerob, penumpukan laktat, penurunan produksi ATP, gangguan kontraktilitas, hingga kematian sel miokard. Kerusakan jaringan ini tidak hanya memengaruhi kemampuan jantung memompa darah, tetapi juga menyebabkan instabilitas listrik yang dapat memicu aritmia fatal seperti takikardia ventrikel (VT) atau fibrilasi ventrikel (VF). Iskemia yang berlangsung lebih dari 20–30 menit berpotensi berubah menjadi infark miokard, dan semakin luas area yang terlibat, semakin tinggi risiko gagal jantung dan syok kardiogenik. (L. Maximilian Buja, 2023)

Downloads

Published

2025-11-27

Issue

Section

Articles