Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi: Faktor, Hambatan, dan Peran Perawat
DOI:
https://doi.org/10.5281/ez4k3d24Keywords:
Hipertensi, Komplikasi, Tekanan DarahAbstract
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia dan sering disebut sebagai silent killer karena sering kali tidak bergejala hingga menimbulkan komplikasi serius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 1,4 miliar orang dewasa usia 30–79 tahun di dunia hidup dengan hipertensi pada tahun 2024, atau sekitar sepertiga populasi dewasa di rentang usia tersebut (World Health Organization (WHO), 2025). Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan tiga dekade sebelumnya, ketika jumlah penderita diperkirakan sekitar 650 juta orang (World Helath Organization (WHO), 2021). Sebagian besar penderita tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan kurang dari seperlima yang tekanan darahnya terkontrol dengan baik (World Health Organization (WHO), 2025).
Di Indonesia, beban hipertensi juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Analisis Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 melaporkan prevalensi hipertensi sebesar 34,1% pada populasi dewasa, dengan variasi antarprovinsi yang cukup lebar (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2018). Data yang lebih baru dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa hipertensi bukan lagi masalah lansia saja; prevalensi berdasarkan pengukuran tensimeter telah mencapai 10,7% pada kelompok usia 18–24 tahun dan 17,4% pada kelompok 25–34 tahun (Astutik et al., 2020). Temuan ini menegaskan bahwa hipertensi mulai bergeser ke usia yang lebih muda, dipengaruhi pola makan tinggi garam, obesitas, stres, dan gaya hidup sedentari (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), 2024).
