Komunikasi Terapeutik pada Pasien dengan Gangguan Jiwa
DOI:
https://doi.org/10.5281/f9yrf877Keywords:
Komunikasi terapeutik, Keperawatan jiwa, Gangguan mentalAbstract
Komunikasi terapeutik merupakan bagian yang sangat penting dalam praktik keperawatan jiwa karena menjadi alat utama untuk membangun hubungan saling percaya antara perawat dan pasien dengan gangguan mental. Dalam konteks pelayanan kesehatan jiwa, komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga sebagai bentuk intervensi yang secara langsung berkontribusi terhadap proses pemulihan psikologis pasien.
Oleh sebab itu, perawat dituntut memiliki keterampilan komunikasi yang efektif, empatik, dan terarah agar mampu membantu pasien mengekspresikan perasaan serta memahami kondisi yang dialaminya (Fosbre, 2022).
Kebutuhan akan komunikasi terapeutik yang optimal semakin penting seiring dengan meningkatnya prevalensi gangguan jiwa secara global maupun nasional. Data dari World Health Organization menunjukkan bahwa sekitar satu dari delapan orang di dunia mengalami gangguan mental, dengan depresi dan kecemasan sebagai kasus yang paling dominan (WHO, 2023).
Kondisi ini menuntut tenaga kesehatan, khususnya perawat, untuk meningkatkan kompetensi dalam menerapkan komunikasi terapeutik sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam asuhan keperawatan jiwa.
