Peran Kecerdasan Buatan dalam Peningkatan Layanan Kesehatan Jiwa Berbasis Komunitas

Authors

  • Moh. Hendra Setia Lesmana Universitas Gadjah Mada Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/ev6gwq06

Keywords:

Kesehatan Jiwa , Gangguan Mental Emosional, Depresi

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari kesehatan publik dan pembangunan berkelanjutan. WHO memperkirakan bahwa lebih dari satu miliar orang di dunia hidup dengan gangguan mental, dengan depresi dan kecemasan sebagai kontributor terbesar terhadap years lived with disability (YLD) (WHO, 2022). Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa 9,8% penduduk usia ≥15 tahun mengalami gangguan mental emosional, sementara prevalensi skizofrenia/psikosis mencapai 6,7 per 1.000 penduduk (Kemenkes, 2018). Angka-angka ini menegaskan perlunya penanganan kesehatan jiwa yang lebih sistematis dan terintegrasi.

Layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas menjadi pendekatan strategis karena dekat dengan kehidupan sehari-hari individu dan melibatkan peran aktif keluarga serta lingkungan sosial. WHO menekankan bahwa community-based mental health services adalah pilar penting dalam membangun sistem kesehatan jiwa yang inklusif dan berkelanjutan (WHO, 2021). Pendekatan ini sangat relevan untuk Indonesia, terutama mengingat keterbatasan jumlah tenaga kesehatan jiwa rasio psikiater nasional masih sekitar 0,46 per 100.000 penduduk (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, 2022).

Downloads

Published

2025-11-27

Issue

Section

Articles