Gambaran Tingkat Depresi Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki, Kota Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15896886Keywords:
Depresi, LansiaAbstract
Secara global, populasi penuaan meningkat, dengan jumlah lansia dunia diperkirakan mencapai 1,6 miliar pada 2050, dan sebagian besar tinggal di negara berpendapatan rendah. Populasi lansia di Indonesia saat ini sedang mengalami peningkatan signifikan, memasuki fase ageing population atau penuaan populasi. Berdasarkan Sensus Penduduk 2023, sekitar 12% atau sekitar 29 juta penduduk Indonesia berusia 60 tahun ke atas. Proporsi ini terus meningkat dari sekitar 10,8% pada 2021 menjadi 12% pada 2024. Diperkirakan pada tahun 2045, jumlah lansia akan mencapai sekitar 20,3% dari total populasi, atau sekitar 65,8 juta jiwa, yang berarti 1 dari 5 penduduk Indonesia adalah lansia. Ini menandai perubahan struktur demografi yang cepat, dengan rasio ketergantungan lansia meningkat dari 15,16 pada 2020 menjadi 17,76 pada 2024, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif harus menanggung sekitar 18 orang lansia. Provinsi dengan persentase lansia tertinggi adalah DI Yogyakarta dengan 16,69%, sementara Papua memiliki persentase terendah sekitar 5%7. Di wilayah perkotaan seperti Jakarta, jumlah lansia juga terus bertambah, diproyeksikan mencapai 1,2 juta jiwa pada 2025. Provinsi Riau tidak masuk dalam 10 besar provinsi dengan persentase lansia tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Riau tercatat memiliki sekitar 7,40% penduduk lansia (usia 60 tahun ke atas) pada tahun 2023. Angka ini jauh di bawah provinsi dengan persentase lansia tertinggi seperti DI Yogyakarta (sekitar 17,33%), Jawa Timur (14,56%), dan Bali (14,22%). Fenomena penuaan ini membawa peluang dan tantangan, dimana lansia yang tetap sehat dan produktif bisa menjadi bonus demografi kedua, namun jika tidak produktif dapat 29 ISSN 3048-2089 menambah beban sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menyiapkan berbagai program untuk menjaga kesehatan, mobilitas dan produktivitas lansia agar mereka tetap aktif dan berkontribusi bagi masyarakat.
