Tata Laksana Gangguan Kecemasan Individu: Perspektif Biopsikologi
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15896964Keywords:
Perspektif, Gangguan Kecemasan, BiopsikologiAbstract
Gangguan kecemasan di Indonesia telah menjadi masalah Kesehatan mental yang signifikan dalam lima tahun terakhir, dengan prevalensi yang meningkat di berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial. Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk berusia mulai 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk Indonesia diatas 15 tahun mengalami depresi (Kemenkes RI, 2018). Demikian juga riset Kesehatan dasar tahun 2023, menunjukkan bahwa sekitar 10% populasi dewasa mengalami gangguan kecemasan, sementara 15% lainnya melaporkan stress berat (Kemenkes RI, 2023) Pada kelompok usia remaja, juga menunjukkan angka prevalensi yang tinggi. Penelitian Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) menemukan bahwa 26,7% remaja bersuia 10-17 tahun mengalami gangguan kecemasan, dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan yaitu 28,2%, dibandingkan laki-laki sebanyak 25,4%. Selian itu, ditemukan juga sekitar 2,45 juta remaja Indonesia terdiagnosis sebagai Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), dengan kecemasan sebagai gangguan yang paling umum.
