PENGEMBANGAN PSIKOEDUKASI KELOMPOK SEBAYA BERBASIS INTERNET OF THINGS TERHADAP RESILIENSI DAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15899865Keywords:
psikoedukasi, internet, resiliensi, tekanan darah, lansia, hipertensiAbstract
Hipertensi merupakan penyebab kematian ketiga setelah stroke dan tuberkulosis, dengan angka kematian yang tinggi di semua kelompok usia. Pada tahun 2017, World Health Organization (WHO) melaporkan ada sekitar 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia, mencatat bahwa 46% orang dewasa tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi, sementara 44% telah didiagnosis dan menjalani pengobatan dengan sekitar tiga juta di antaranya meninggal setiap tahun. Jumlah penderita hipertensi diperkirakan akan meningkat hingga mencapai 1,15 miliar pada tahun 2025 Mulai usia 18 tahun. Lansia dengan hipertensi merupakan populasi yang berisiko abai terhadap pengelolaan penyakitnya, Pengabaian pengelolaan hipertensi pada lansia dipengaruhi berbagai faktor, seperti kurangnya dukungan sistem sosial, minimnya pengetahuan dan keterampilan tentang pengelolaan penyakit serta penurunan fungsi tubuh sehingga lansia kesulitan memenuhi terapi yang dianjurkan. Lansia yang abai terhadap pengelolaan hipertensi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi terus menerus yang menimbulkan keluhan simtomatis hilang timbul berulang sehingga resiliensinya ikut menurun
