Pengukuran Tekanan Darah, Diagnosis Hipertensi, Diagnosis Keperawatan SDKI, dan Penilaian Risiko Kardiovaskular

Authors

  • Mawar Eka Putri, S.Kep., Ns., M.Kep Stikes Hang Tuah Tanjung Pinang Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/ysk2r166

Keywords:

Hipertensi, Deteksi Dini, Pelayanan Kesehatan Primer, Peran Perawat, Posbindu PTM

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko yang dapat diubah dan paling berperan terhadap penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal kronis (Mancia et al., 2023). Laporan global WHO memperkirakan sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30–79 tahun hidup dengan hipertensi (World Health Organization [WHO], 2023). Sekitar 46% di antaranya tidak menyadari kondisinya, dan hanya sekitar satu dari lima orang yang tekanan darahnya terkontrol (WHO, 2023). Sebagian besar penderita tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah (WHO, 2023). Di Indonesia, Riskesdas 2018 melaporkan prevalensi hipertensi sebesar 34,1% pada penduduk usia 18 tahun ke atas berdasarkan hasil pengukuran (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Kemenkes RI], 2019). Survei Kesehatan Indonesia 2023 melaporkan angka sekitar 30,8% (Kemenkes RI, 2023). Pedoman nasional menempatkan deteksi dini dan tata laksana hipertensi dewasa sebagai bagian dari pelayanan kesehatan primer (Kemenkes RI, 2021). Dengan demikian, perawat di puskesmas dan Posbindu berada pada posisi strategis untuk menemukan kasus yang belum terdiagnosis (Kemenkes RI, 2021).

Downloads

Published

2026-10-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pengukuran Tekanan Darah, Diagnosis Hipertensi, Diagnosis Keperawatan SDKI, dan Penilaian Risiko Kardiovaskular. (2026). Book Chapter of Hypertension, 3(1). https://doi.org/10.5281/ysk2r166