KERUSAKAN ORGAN, KOMPLIKASI, DAN TANDA BAHAYA PADA HIPERTENSI
DOI:
https://doi.org/10.5281/mdbjvc78Abstract
Hipertensi sering tidak disadari dan berkaitan dengan komplikasi kardiovaskular, serebrovaskular, serta ginjal. World Health Organization (WHO) memperkirakan 1,4 miliar orang dewasa hidup dengan hipertensi pada tahun 2024. Sekitar 44% belum mengetahui kondisinya dan 23% memiliki tekanan darah terkontrol (WHO, 2025b, 2025a). Di Indonesia, prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah pada penduduk usia ≥18 tahun sebesar 30,8%, sedangkan berdasarkan diagnosis dokter sebesar 8,6% (Kementerian Kesehatan RI, 2023). Dampak hipertensi tidak dapat dinilai hanya dari angka tekanan darah. Tekanan darah tinggi yang menetap dapat menimbulkan perubahan struktural dan fungsional pada berbagai organ seperti jantung, otak, ginjal, retina, dan pembuluh darah sebelum gejala berat muncul. Perubahan tersebut dikenal sebagai hypertension-mediated organ damage (HMOD). Keberadaan HMOD menandai peningkatan risiko kejadian kardiovaskular dan membantu mengidentifikasi pasien yang memerlukan penilaian dan pengelolaan yang lebih intensif (Choker, 2026; Gerdts et al., 2026; McCarthy et al., 2024). Hal ini yang mendasari bahwa penilaian hipertensi tidak hanya berdasarkan penilaian tekanan darah, tetapi juga perlu menilai faktor risiko, manifestasi klinis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat adanya kerusakan organ.
