HIPERTENSI PADA DEWASA: KONSEP, KLASIFIKASI, DAN EPIDEMIOLOGI
DOI:
https://doi.org/10.5281/kzknze80Abstract
Hampir setiap orang pernah mengalami pengukuran tekanan darah, entah di puskesmas, di klinik, atau sekadar saat mengantar orang tua kontrol. Angkanya dibacakan sekilas, dicatat, lalu dilupakan. Padahal, di balik dua angka sederhana itu tersimpan salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia. Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi ketika tekanan darah di dalam pembuluh arteri menetap di atas batas yang aman. Disebut “pembunuh senyap/silent killer” bukan tanpa alasan: sebagian besar penderitanya tidak merasakan keluhan apa pun sampai penyakit ini sudah menimbulkan kerusakan pada jantung, otak, ginjal, atau mata. Kondisi terkini menunjukkan bahwa persoalannya jauh dari selesai. Menurut estimasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2023), sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30–79 tahun hidup dengan hipertensi, dan dua pertiganya tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Yang lebih mengkhawatirkan, hampir separuh dari mereka tidak tahu bahwa dirinya hipertensi, dan hanya sekitar satu dari lima orang yang tekanan darahnya terkontrol dengan baik. Di Indonesia, gambarannya serupa: prevalensi hipertensi pada penduduk dewasa berada pada kisaran sepertiga populasi, namun jumlah yang terdiagnosis dan berobat teratur jauh lebih sedikit (Kemenkes RI, 2019, 2024).
