Strategi Pendidikan Gizi Kuliner (Culinary Nutrition Education) Berbasis Praktik : Pendekatan Teori Dan Aplikasi
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15846572Keywords:
Gizi, Kuliner, PendidikanAbstract
Pendidikan gizi berbasis praktik kuliner (culinary nutrition education) merupakan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan keterampilan memasak praktis dengan pendidikan gizi berbasis bukti ilmiah. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pemilihan makanan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku makan sehat serta memperbaiki status kesehatan masyarakat (Hasan et al., 2019; Amoah et al., 2024). Berbeda dengan pendekatan tradisional yang bersifat teoritis, pendidikan ini memungkinkan peserta dari berbagai usia dan latar belakang untuk menerjemahkan konsep gizi ke dalam praktik nyata melalui aktivitas memasak (Lovrics et al., 2019; Pang et al., 2019). Dalam lingkungan belajar terstruktur seperti laboratorium kuliner, peserta secara aktif menerapkan prinsip-prinsip gizi melalui experiential learning, sehingga tidak hanya meningkatkan keterampilan memasak, tetapi juga memperkuat literasi gizi dan membentuk kebiasaan makan sehat yang berkelanjutan (Krenek et al., 2022; Vasques et al., 2024; Jacob et al., 2015). Pendekatan ini melampaui penguasaan keterampilan teknis dengan membangun pola pikir positif terhadap makanan sehat sebagai bagian dari gaya hidup holistik, sekaligus memberdayakan individu sebagai agen perubahan dalam komunitasnya.
