Pangan Lokal & Keanekaragaman Hayati: Sorgum, Jagung, Ubi, Sagu, Porang Potensi untuk Diversifikasi Pangan

Authors

  • Ai Kustiani, S.Gz., M.Si Universitas Siliwangi Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/8csj3n50

Keywords:

Pangan lokal, Keanekaragaman hayati, Ketahanan pangan

Abstract

Pangan lokal merupakan pangan yang dikonsumsi dan dikembangkan oleh masyarakat setempat sesuai dengan potensi sumber daya alam, kondisi lingkungan, serta kearifan lokal di wilayahnya. Karena itu, pangan lokal tidak hanya dipahami sebagai makanan khas daerah, tetapi juga sebagai bagian dari sistem produksi, budaya konsumsi, dan pengetahuan masyarakat yang terbentuk dari hubungan panjang antara manusia dan lingkungannya. Dalam konteks kebijakan Indonesia, pengembangan pangan lokal dipandang sebagai langkah penting untuk memperkuat sistem pangan nasional, memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pembahasan pangan lokal tidak dapat dipisahkan dari keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati dalam sistem pangan mencakup keragaman tumbuhan, hewan, mikroorganisme, serta ekosistem yang mendukung produksi dan konsumsi pangan. Dalam bidang pertanian, hal ini dikenal sebagai agrobiodiversitas, yaitu keragaman sumber daya hayati yang dimanfaatkan untuk pangan dan pertanian. Oleh sebab itu, ketika membahas sorgum, jagung, ubi, sagu, dan porang, yang dibicarakan bukan hanya komoditasnya, tetapi juga kekayaan hayati yang menopang keberagaman sistem pangan Indonesia.

Downloads

Published

2026-04-10

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pangan Lokal & Keanekaragaman Hayati: Sorgum, Jagung, Ubi, Sagu, Porang Potensi untuk Diversifikasi Pangan. (2026). Book Chapter of Culinary Nutrition, 2(2). https://doi.org/10.5281/8csj3n50