Peran Gizi Kuliner dalam Pencegahan Anemia dan Komplikasi Kehamilan

Authors

  • Rochmanita Sandya Optimal Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/kxbcz796

Abstract

Anemia pada kehamilan secara umum didefinisikan sebagai kadar hemoglobin yang 
berada di bawah ambang normal untuk ibu hamil secara klasik < 11,0 g/dL di ketinggian 
permukaan laut. Ambang ini dipakai luas dalam pemantauan gizi kesehatan masyarakat dan 
klinik antenatal. Beberapa organisasi juga mengakui variasi fisiologis antartrimester 
misalnya, otoritas kebidanan menetapkan ambang 10,5 g/dL pada trimester kedua karena 
pengenceran plasma (dilutional anemia) mencapai titik puncak pada periode ini, sementara 
ambang 11,0 g/dL tetap dipakai pada trimester pertama dan ketiga. Dengan kata lain, ada 
“anemia fisiologis” akibat hemodilusi normal kehamilan, tetapi anemia yang memenuhi 
kriteria klinis tetap dikaitkan dengan risiko ibu-janin dan memerlukan penatalaksanaan. 
Secara etiologi, anemia kehamilan paling sering merupakan anemia defisiensi besi 
(mikrositik-hipokrom), diikuti anemia megaloblastik akibat kekurangan folat atau vitamin 
B12, serta anemia penyakit kronik/inflamasi yang umumnya normositik. Membedakan 
kelompok ini penting karena pendekatan kuliner-gizi dan klinisnya berbeda: defisiensi besi 
menuntut peningkatan densitas dan ketersediaan hayati (bioavailabilitas) besi dalam menu; 
defisiensi folat/B12 menuntut fokus pada sayuran hijau, kacang-kacangan, pangan 
hewani/fortifikasi, dan teknik masak yang meminimalkan kehilangan vitamin. 

Downloads

Published

2025-10-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Peran Gizi Kuliner dalam Pencegahan Anemia dan Komplikasi Kehamilan. (2025). Book Chapter of Culinary Nutrition, 2(1). https://doi.org/10.5281/kxbcz796