Manifestasi Klinis Diabetes Melitus yang Perlu Diwaspadai
Keywords:
Diabetes Mellitus, Deteksi Dini Diabetes, Pencegahan DiabetesAbstract
Diabetes mellitus telah bertransformasi dari masalah klinis individual menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang sistemik dimana angka prevalensi global meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini dipicu oleh adanya urbanisasi, pergeseran pola makan menuju asupan energi tinggi, dan penuaan populasi, sehingga beban penyakit dan biaya perawatan diproyeksikan terus naik(International Diabetes Federation, 2025; Sun et al., 2022). American Diabetes Association (ADA, 2026) telah memperbarui rekomendasi klinis antara lain dengan menekankan penggunaan teknologi pemantauan glukosa berkelanjutan (CGM) pada subpopulasi tertentu, integrasi terapi obesitas berbasis bukti, dan pendekatan person-centered untuk pasien dengan komorbiditas kronis. Standar terbaru mereka menekankan bahwa keterlambatan diagnosis selama satu tahun saja dapat meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang secara signifikan. Fokus diagnosis kini tidak hanya menunggu gejala muncul, tetapi melakukan skrining pada populasi berisiko tinggi secara periodik (ADA, 2026) Di Indonesia, fenomena ini tercermin dalam tren nasional di mana sekitar 30,3% penderita tetap tidak terdiagnosis hingga muncul komplikasi (BKPK, 2023)). Keterlambatan ini menunjukkan adanya celah pada sistem deteksi dini di tingkat layanan primer ((Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), 2925). Oleh karena itu, sejalan dengan agenda Transformasi Kesehatan nasional, diperlukan pergeseran paradigma dari pendekatan kuratif menuju strategi pencegahan yang proaktif dan terintegrasi (Kemenkes RI, 2023).
