Faktor Risiko Diabetes Mellitus Pada Usia Dewasa
Keywords:
Diabetes Mellitus, Hiperglikemia, Patogenesis DiabetesAbstract
Diabetes mellitus (DM) secara luas didefinisikan sebagai gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan hiperglikemia persisten karena kegagalan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Kondisi ini menyebabkan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein, yang mengakibatkan komplikasi sistemik. Ciri khas DM adalah peningkatan kadar glukosa darah, yang dapat disebabkan oleh produksi insulin yang tidak mencukupi oleh pankreas atau resistensi terhadap efek insulin pada tingkat sel (Asmar et al., 2022). Hiperglikemia kronis diabetes dikaitkan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi, dan kegagalan organ yang berbeda, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah (ADA 2012). Menetapkan jenis diabetes kepada seseorang seringkali tergantung pada keadaan yang ada pada saat diagnosis, dan banyak penderita diabetes tidak mudah masuk ke dalam satu kelas (WHO, 2019). Misalnya, seseorang dengan diabetes mellitus gestasional (GDM) dapat terus menjadi hiperglikemik setelah melahirkan dan dapat ditentukan menderita diabetes tipe 2 (NICE, 2023). Atau, seseorang yang terkena diabetes karena penggunaan dosis besar steroid eksogen dapat menjadi normoglikemik setelah glukokortikoid dihentikan, tetapi kemudian dapat berkembang menjadi diabetes bertahun-tahun kemudian setelah episode pankreatitis berulang (Zahariev, 2023). Oleh karena itu, lebih penting untuk memahami patogenesis hiperglikemia dan mengobatinya secara efektif daripada memberi label pada jenis diabetes tertentu.
