Manifestasi Klinis Diabetes Melitus pada Rongga Mulut
Keywords:
Diabetes Melitus Tipe 2, Manifestasi Oral Diabetes, Deteksi Dini DiabetesAbstract
abad ke-21, dengan prevalensi yang terus meningkat secara signifikan di berbagai belahan dunia. Berdasarkan data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF), diperkirakan lebih dari 537 juta orang dewasa hidup dengan diabetes, dan angka ini diproyeksikan akan melonjak hingga 783 juta pada tahun 2045 (IDF, 2021). Di Indonesia sendiri, tren peningkatan kasus DM tipe 2 sangat terkait dengan perubahan gaya hidup urban dan pola makan, yang menempatkan beban besar pada sistem pelayanan kesehatan nasional karena komplikasi kronis yang ditimbulkannya (Kementerian Kesehatan RI, 2023). Rongga mulut sering kali dianggap sebagai "jendela" bagi kesehatan sistemik karena banyak manifestasi klinis pertama dari penyakit diabetes muncul di area ini. Hiperglikemia kronis memicu serangkaian respon inflamasi sistemik yang secara langsung memengaruhi integritas jaringan lunak dan keras di dalam mulut (Preshaw & Bissett, 2024). Oleh karena itu, dokter gigi memiliki peran strategis dalam deteksi dini diabetes; tanda-tanda seperti xerostomia yang persisten atau periodontitis agresif sering kali menjadi indikator awal bagi pasien yang belum terdiagnosis secara medis (Chapple et al., 2022).
