Aktivitas Fisik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Keywords:
Diabetes Melitus Tipe 2, Kadar Glukosa Darah, Pengelolaan Diabetes MelitusAbstract
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis tidak menular yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah di atas batas normal (hiperglikemia). Kondisi ini disebabkan oleh resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada pankreas sehingga tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa secara optimal sebagai sumber energi. Berdasarkan laporan International Diabetes Federation, diabetes telah menjadi masalah kesehatan global yang semakin mengkhawatirkan. Diperkirakan sekitar 589 juta orang dewasa (usia 20–79 tahun) hidup dengan diabetes pada tahun 2024, dan jumlah ini diproyeksikan meningkat hingga 853 juta orang pada tahun 2050. Sebagian besar kasus tersebut merupakan Diabetes melitus tipe 2 yang berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup modern, termasuk pola makan yang tidak sehat dan rendahnya tingkat aktivitas fisik (IDF, 2025). Diabetes melitus tipe 2 memiliki hubungan dengan berbagai komplikasi kronis, seperti penyakit kardiovaskular, nefropati, neuropati, dan retinopati. Komplikasi ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup pasien, tetapi juga meningkatkan beban ekonomi dan sosial bagi individu maupun sistem kesehatan. Oleh karena itu, pengelolaan kadar glukosa darah secara optimal pada diabetes melitus tipe 2 sangat penting untuk mencegah dan mengendalikan komplikasi tersebut (Östenson et al., 2011). Dasar pengobatan penyakit ini adalah upaya-upaya yang bertujuan untuk mengurangi resistensi insulin, terutama melalui peningkatan aktivitas fisik, penurunan berat badan pada individu yang mengalami kelebihan berat badan (modifikasi diet), dan penghentian penggunaan tembakau. Apabila langkah langkah perubahan gaya hidup tersebut belum cukup untuk mengendalikan penyakit secara optimal, maka terapi farmakologis menjadi langkah penting dalam pengelolaan diabetes
