TAJAM PENGLIHATAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15896293Keywords:
penglihatan, diabetes, mellitus, tipe 2, tajamAbstract
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit dengan gangguan metabolisme yang dilatar belakangi insulin resisten (ADA, 2021), yaitu suatu kondisi insulin tidak merespon dengan kadar glukosa tubuh, sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemik). DMT2 jika tidak tertangani dengan baik, maka akan menyebabkan komplikasi. secara microvasculer dan makrovaskuler. Komplikasi mikrovaskuler meliputi kelainan mata salah satunya pada retina mata, saraf, dan glomerulus ginjal. Sedangkan maupun secara makrovaskuler berupa sumbatan pada miokard, pembuluh darah serebral dan pembuluh darah perifer (Pramono, 2012). Retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi yang hampir selalu dialami oleh penderita DM Retinopati diabetik terjadi karena kondisi hiperglikemik selama jangka waktu tertentu yang menyebabkan perubahan fisiologi sehingga mengakibatkan kerusakan endotel (Nursalim, 2016). Kerusakan pada endotel terjadi akibat penebalan pada membran basal endotel pembuluh darah dan perubahan aliran darah retina. Hal ini menyebabkan terbentuknya microaneurisma pada pembuluh darah retina yang menyebabkan pembuluh darah mudah pecah kemudian terjadilah gangguan penglihatan (Brownlee, 2016). Penyakit DMT2 terus meningkat setiap tahunnya.
Berdasarkan data DMT 2 sebanyak 90%-95% dari penderita di seluruh dunia (ADA, 2020). Data WHO Global Report (2016) mencatat bahwa kejadian DMT 2 terbanyak pada usia lansia yakni 60 tahun dimana terdapat (43%) dari 3,7 juta kasus. Di Indonesia, Data Riskesdas (2013) bahwa retinopati diabetik sebanyak 33,40%. Data Riset Kementerian Kesehatan (2020) Prevalensi DMT 2 di Indonesia sebesar 2,0%, Jawa Timur sebanyak 2,6% diusia lebih 60 tahun (Kemenkes, 2019). Dinas Kesehatan Kabupaten Malang (2016) sebanyak 4.854 orang, jumlah perempuan sebesar 2482, laki-laki sebesar 1372 orang penderita DMT 2, di Desa Sidorejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang sebanyak 37 orang penderita DMT 2 (Bulan Juni 2022). Penderita DMT2 mengalami peningkatan yang tinggi kadar glukosa darah (Bilous dan Donelly, 2015).
