Diabetes Mellitus Juvenile: Penatalaksanaan Secara Keperawatan
Keywords:
Diabetes juvenile, Anak-anak, Gangguan HipofisisAbstract
Diabetes juvenil atau lebih dikenal dengan diabetes melitus tipe 1 merupakan salah satu klasifikasi dari penyakit diabetes secara umum. Diabetes juvenil adalah suatu kondisi autoimun kronis yang umumnya diderita oleh anak-anak atau remaja, bahkan dapat pula terjadi pada usia dewasa. Dari semua gangguan endokrin yang menyerang anak usia sekolah dan remaja, diabetes melitus adalah penyakit yang paling signifikan. Selain itu, kondisi yang relatif tidak umum mencakup diabetes insipidus dan gangguan hipofisis dapat menyebabkan perubahan dalam pertumbuhan (Rosdahl dan Kowalski, 2017). Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel beta pankreas yang bertugas memproduksi insulin. Akibatnya, tubuh tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup, bahkan sering kali tidak menghasilkan insulin sama sekali. Hal ini tentu berpengaruh pada sistem metabolisme tubuh, karena insulin sangat penting untuk membantu glukosa masuk ke dalam sel sebagai sumber energi. Ketika insulin tidak tersedia, glukosa menumpuk dalam aliran darah dan menyebabkan berbagai gangguan metabolik yang berpotensi membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan baik. Berbeda dengan diabetes tipe 2 yang umumnya berkaitan dengan gaya hidup dan resistensi insulin, diabetes juvenil tidak disebabkan oleh pola makan atau kurangnya aktivitas fisik. Penyebab pastinya masih belum sepenuhnya diketahui, tetapi para peneliti percaya bahwa faktor genetik, lingkungan, serta infeksi virus tertentu dapat berperan dalam memicu respon autoimun tersebut. Oleh karena hilangnya kemampuan tubuh memproduksi insulin bersifat permanen, penderita diabetes juvenil memerlukan terapi insulin seumur hidup untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
