Potensi terapi Air Hidrogen bagi Pasien Diabetes Mellitus
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15895007Keywords:
Hidrogen , Stres Oksidatif, Terapi AirAbstract
Diabetes Mellitus (DM) adalah kelompok gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia, yaitu kadar gula darah tinggi yang persisten. Kondisi ini timbul ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat memanfaatkan insulin yang dihasilkannya secara efisien. Insulin merupakan hormon krusial untuk regulasi kadar glukosa darah. Gejala klasik DM meliputi poliuria (sering buang air kecil), penurunan berat badan yang tidak disengaja, kelelahan, polidipsia (rasa haus yang berlebihan), dan polifagia (peningkatan nafsu makan). Diabetes Mellitus Tipe 2 (T2DM) adalah bentuk diabetes yang paling umum, sering kali terkait erat dengan faktor gaya hidup dan dapat dikelola melalui intervensi diet serta program olahraga teratur (Kajiyama et al., 2008). Prevalensi diabetes secara global telah mengalami peningkatan signifikan, hampir mencapai setengahnya dalam dua dekade terakhir, dengan lonjakan yang mencolok di negara-negara berkembang seperti Tiongkok, Meksiko, dan India (Susaki City et al., 2024). Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Diabetes Mellitus menduduki peringkat ke-6 sebagai penyebab kematian global, menyoroti beban kesehatan masyarakat yang substansial (Kajiyama et al., 2008).
